Nenek Mendengar Orang Berjalan di Perutnya (Cerpen Gagah Pranaja Sirat)

Baru kali ini Dokter Fransiskus merasa ruangannya begitu asing, begitu ganjil. Bukan karena mesin AC yang sudah mati dan katanya mau diperbaiki, tapi gelagat pasien tua ini. Keluhan…

Perempuan Dalam Diari Merah Jambu (Cerpen Nina Sulistiati)

Suara merdu itu membacakan bait-bait puisi yang sangat indah. Semua penonton terpukau dengan penampilannya. Terlebih lagi suara dentingan piano memberikan suasana yang lebih syahdu lagi. Bramantyo memandang takjub…

Mengetuk Pintu Rumah yang Bukan Milikku (Cerpen Ditta Atmawijaya)

Di antara ribuan pasang sepatu yang bergegas,aku adalah langkah yang kehilangan arah kompas.Mengetuk tiap pintu yang kusinggahi dengan ragu,namun tak satu pun kunci yang cocok dengan lubang hatiku….

“Bagampiran”, Kongsi dengan Mereka yang Tak Terlihat! (Cerpen Kaekaha)

Haji Mursid bukan tukang urut biasa. Di Banjarmasin, namanya tersohor dan sangat dihormati. Orang-orang menyebut tangannya seperti mempunyai mata, memiliki berkat luar biasa mengembalikan tulang patah, menyembuhkan sendi-sendi…

Sekte Tumimbal Siji (Cerpen Fajarwalker)

“Dok, maaf.. ehmm. Anu, jenazahnya sudah tiba.. di.. di.. di Ruang Otopsi..”***Suara staf di ujung telepon itu terdengar berbeda dari biasanya. Terasa lebih berat dan bergetar, sampai-sampai jadi…

Tamsil Nisbah (Cerpen Gema Surya Hendrawan)

Arya menahan napas sejenak saat ujung pinsetnya menempatkan miniatur mobil sport tepat di tengah persimpangan diorama pesanan dari klien istimewanya. Di dalam studio yang terletak di lantai tiga…

Melampaui Mintakulburuj (Cerpen Gema Surya Hendrawan)

Di langit malam tanpa awan, gemerlap bintang tak terhitung memancarkan sinarnya. Angin dingin berhembus menembus ventilasi observatorium, merayap menuju kursi tempat Profesor Ranu duduk mematung. Matanya menatap lensa…

Pembunuhan Tidak Berencana (Cerpen Ael)

Anda membunuh Hendra Kusuma ketika pertanyaan-pertanyaan itu meluap dan melampaui batas yang bisa Anda tahan.***Anda membunuhnya bukan karena benci, bukan karena marah, dan bukan pula karena perasaan yang…

Kaos Kaki Merah Pemanggil Mama (Cerpen Tia Sulaksono)

Desember tiba. Dan aku tetap merayakan sepi. Lampu warna-warni gemerlap, tapi aku merasa dunia hanya putih dan abu-abu.***Kaus kaki kugantung lagi untuk kesekian kali di dekat jendela. Seperti…

Pemakaman Instant (Cerpen M. Hikmal Yazid)

Ibu,aku menulis surat ini bukan karena aku anak yang berbakti, tapi karena aku anak yang terlambat sadar. Kalau kesadaran bisa ditukar dengan waktu, mungkin aku akan menukar seluruh…