Baginda Raja dan Kemarau Panjang di Pipinya (Cerpen Ael)
Sudah berbulan-bulan ini, Baginda Raja terlihat benar-benar gersang, sekering musim kemarau. Bahkan ketika tubuh putri kesayangan kami diturunkan ke liang lahat, matanya tetap saja kering, tak seembun pun…
Angka-Angka yang Membakar Subuh (Cerpen Fitri Rusandi)
Subuh di tepian kampung kami tidak pernah datang dengan kepakan sayap burung atau keremangan yang anggun. Ia datang sebagai jelaga, letupan minyak panas, dan aroma adonan tepung yang…
Sangkakala dalam Kepala (Cerpen Rizka Junanda R.H.)
“Suara itu terus menggema dalam kepala, seakan tiada memberi jeda bagi kewarasan untuk tinggal dalam jiwa.”***Awalnya tidak pernah ada suara tangisan tengah malam di belakang rumahku. Tapi, sejak…
Jalan-Jalan di Atas Awan, Jangan Lupa Mencari Pijakan (Cerpen Fathiya Haya)
Warga Kampung Kasih Sayang terkenal sangat baik. Mereka semua akrab satu sama lain. Kompak. Semua dekat dan saling mengenal dari ujung satu ke ujung lainnya. Mereka selalu siap…
Penawar (Cerpen Elvira Turnip)
Harga barang bekas ditentukan oleh seberapa cepat orang ingin melupakannya, bukan oleh seberapa mahal barang itu dulu dibeli. Itu prinsip pertama yang kupelajari dalam sepuluh tahun bekerja membeli…
Sisa Ketikan –Fragmen (Cerpen Indri Pangastuti)
Aroma kertas memiliki cara tersendiri untuk memanggil ingatan yang sudah berdebu. Di sudut ruangan penuh rak berdebu pada ruang bawah tanah, seorang gadis duduk. Bangku kayu dengan ornamen…
Anak Kecil dengan Seribu Kepalanya (Cerpen Gita Anindya)
Apa yang seharusnya dipikirkan seorang perempuan kecil di hari ulang tahunnya yang ke-13? Hanya saja kali ini berbeda. Sore ini, Mita tidak berada di rumahnya untuk merayakan pertambahan…
Resep Indomie Rasa Duka (Cerpen Anggi Gayatri Purba)
Kau selalu terbangun pukul dua dini hari. Dan seperti biasa kau mendengar suara itu lagi. Suara derit pintu yang dibuka perlahan. Suara dari seseorang yang teramat jarang menyahut…
Kantong Keresek dari Bangku Ketiga (Cerpen Auranita Gibrani Darmawan)
Jemaat baru itu muncul di bangku ketiga setiap lonceng pertama dibunyikan, bahkan koster belum sempat meneguk air putih. Ia tidak pernah mengetuk dan langkahnya menyeret pelan. Datang selalu…
Hujan di Sudut Toko Buku (Cerpen Nie)
Hujan pertama yang kuingat adalah menemukanmu membaca buku-buku menyeramkan, yang harus memiliki mental sekuat rahasia orang-orang dengan negeri di tangannya. Buku-buku itu di sudut. Gelap, mencekam, lembap oleh…
