Ruang Sidang Nomor Tujuh (Cerpen Syahreal Madridho)
Suasana di ruang sidang mulai menegang. Seorang pemuda tengah duduk di atas kursi kayu di tengah-tengah ruangan. Pemuda itu berpenampilan rapi—kemeja putih dengan lengan panjang, celana panjang berwarna…
Sekali Saja Cukup (Cerpen Reveriee)
Langit petang itu kelabu, bukan karena hujan, tetapi karena hari yang terasa enggan berakhir. Di beranda rumah tua, seorang anak laki-laki duduk diam memeluk lututnya. Ia menatap jalan…
Surat dari Djakarta (Cerpen Muhammad Tegar Ramadhan)
Merdeka. Kata itu yang Lien dengar berulang-ulang menembus jendela kamarnya. Orang terlihat berlalu-lalang di sepanjang jalan. Tangan mengepal dan terangkat. Di antara gerombolan itu, Lien ingin Genta ada…
Darahmu, Dagingmu adalah Milikku* (Cerpen Taufan Al-Biruni)
Senyum mirisnya tersungging, dia tidak iri dengan pemandangan hangat di sana, jika ada yang membuatnya iri, itu hanya jika seorang Ayah yang bicara dengan penuh kasih pada anaknya…
Suaka Manusia Bertungkai (Cerpen Fafa)
Lorong yang sempit itu sesak, dipenuhi orang-orang yang berlalu-lalang. Sekumpulan tangan berusaha mendorongku hingga suara berdecit cukup nyaring terdengar. Manusia dan tungkai mereka melewatiku, sebelum berbelok hingga akhirnya…
Orang Asing (Cerpen Ricardo Marbun)
Tidak aku sadari, belakangan ini aku lebih sensitif. Aku perempuan yang telah menikah. Seorang pria yang mampu meluruhkan hatiku dan sanggup meyakinkan aku untuk memulai satu hidup baru…
Mulut Besar Toro (Cerpen Indri Anisa)
Siaran televisi meliput berita bencana, terdapat korban jiwa, kerugian materi dan dampak psikis. Isu penyebab bencana menyebar cepat seperti wabah virus. Mulai dari sains hingga mistis menjadi buah…
Merah di Arena (Cerpen Auranita Gibrani Darmawan)
“Arena itu jadi saksi bisu pertempuran,” kata mantan prajurit pada kawan yang sibuk mengabadikan kemegahan. Mata seorang purna-Praka itu berpijar. Meski matahari datang bersama udara lembabnya, mereka berhenti…
Meminjam Wajah (Cerpen Asih Purwanti)
Aku menatap sebuah wajah di depan cermin besar di kamarku, terpantul sesosok wajah yang sangat kukenal, berwajah bulat dengan mata yang lebar, bibir yang penuh, hidung yang tidak…
Suara Tersembunyi di Teluk Kasuari (Cerpen Gema Surya Hendrawan)
Maruna, pemuda Papua dengan darah pegunungan dan laut yang mengalir dalam nadinya, berdiri tegak di tengah Teluk Kasuari. Air payau yang dingin merangkul pinggangnya—ia sengaja masuk ke teluk…
