Suaka Manusia Bertungkai (Cerpen Fafa)

Lorong yang sempit itu sesak, dipenuhi orang-orang yang berlalu-lalang. Sekumpulan tangan berusaha mendorongku hingga suara berdecit cukup nyaring terdengar. Manusia dan tungkai mereka melewatiku, sebelum berbelok hingga akhirnya…

Melampaui Mintakulburuj (Cerpen Gema Surya Hendrawan)

Di langit malam tanpa awan, gemerlap bintang tak terhitung memancarkan sinarnya. Angin dingin berhembus menembus ventilasi observatorium, merayap menuju kursi tempat Profesor Ranu duduk mematung. Matanya menatap lensa…

Pembunuhan Tidak Berencana (Cerpen Ael)

Anda membunuh Hendra Kusuma ketika pertanyaan-pertanyaan itu meluap dan melampaui batas yang bisa Anda tahan.***Anda membunuhnya bukan karena benci, bukan karena marah, dan bukan pula karena perasaan yang…

Orang Asing (Cerpen Ricardo Marbun)

Tidak aku sadari, belakangan ini aku lebih sensitif. Aku perempuan yang telah menikah. Seorang pria yang mampu meluruhkan hatiku dan sanggup meyakinkan aku untuk memulai satu hidup baru…

Mulut Besar Toro (Cerpen Indri Anisa)

Siaran televisi meliput berita bencana, terdapat korban jiwa, kerugian materi dan dampak psikis. Isu penyebab bencana menyebar cepat seperti wabah virus. Mulai dari sains hingga mistis menjadi buah…

Merah di Arena (Cerpen Auranita Gibrani Darmawan)

“Arena itu jadi saksi bisu pertempuran,” kata mantan prajurit pada kawan yang sibuk mengabadikan kemegahan. Mata seorang purna-Praka itu berpijar. Meski matahari datang bersama udara lembabnya, mereka berhenti…

Meminjam Wajah (Cerpen Asih Purwanti)

Aku menatap sebuah wajah di depan cermin besar di kamarku, terpantul sesosok wajah yang sangat kukenal, berwajah bulat dengan mata yang lebar, bibir yang penuh, hidung yang tidak…

Kaos Kaki Merah Pemanggil Mama (Cerpen Tia Sulaksono)

Desember tiba. Dan aku tetap merayakan sepi. Lampu warna-warni gemerlap, tapi aku merasa dunia hanya putih dan abu-abu.***Kaus kaki kugantung lagi untuk kesekian kali di dekat jendela. Seperti…

Pemakaman Instant (Cerpen M. Hikmal Yazid)

Ibu,aku menulis surat ini bukan karena aku anak yang berbakti, tapi karena aku anak yang terlambat sadar. Kalau kesadaran bisa ditukar dengan waktu, mungkin aku akan menukar seluruh…

5 Rahasia Merayakan Tahun Baru di Jakarta: Yang Terakhir Bakal Bikin Kamu Nyadar Selama Ini Salah (Artikel Iqbal Muchtar)

Ah, 31 Desember. Tanggal yang entah kenapa bisa membuat orang-orang di Jakarta tiba-tiba merasa wajib “merayakan sesuatu”. Seolah-olah kalau nggak nyangkut di dalam kemacetan menuju Bundaran HI atau…