Kopaja71

Pulau Untung Jawa, Rekomendasi Tempat Liburan Pergantian Tahun (Artikel Latipah Rahman)

Seorang kawan bertanya, “Ada rekomendasi tempat liburan buat isi momen pergantian tahun nggak, La?” Tanyanya di sela obrolan kami terkait berapa penuh liku kehidupan tahun 2025 ini.
***
Saya terdiam sejenak, mempertimbangkan beberapa rekomendasi tempat yang cocok untuk pergantian tahun di Jakarta. Iya, sebagai warga Bogor, salah satu cara liburan kami, ya, ke Jakarta dan sekitarnya, dekat dan bisa menggunakan kendaraan umum. Lebih terjangkau dan ramah di kantong.

“Tertarik nggak misal momen liburan pergantian tahunnya di pulau?” tanya saya, penasaran. “Pulau? Kepulauan Seribu? Pulau apa? Penasaran juga, sih, kayaknya seru,” timpal teman dengan penuh semangat.

Jadi, seperti yang sudah saya alami dan rasakan. Teruntuk tahun 2025 yang penuh dinamika. Ujian setiap orang beragam dan mode saya di tahun ini lebih banyak bertahan. Rasanya butuh tempat yang tenang, adem-ayem, ada unsur air menyejukkan buat jadi kawan merenung sejenak dan menata rencana-rencana kecil untuk menyongsong tahun 2026.

Dengan pertimbangan jarak serta cuaca. Saya rekomendasikan Pulau Untung Jawa, sebagai tempat rekomendasi menghabiskan momen pergantian tahun buat kamu yang sudah berkeluarga ataupun masih single. Bisa menginap semalam secara rombongan atau solo trip. Kenapa, sih, kok liburannya malah ke pulau? Nah, saya punya beberapa poin penting sebagai latar belakang kenapa pulau Untung Jawa jadi rekomendasi tempat liburan pergantian tahun di Jakarta.

Bagi sebagian orang, terutama warga Jabodetabek. Tahun 2025, rasanya tuh beneran naik-turun dalam semua segi tak terkecuali keuangan dan kesehatan mental. Saya sendiri pun, beberapa kali sakit dan merasa cukup lelah dengan dinamika yang luar biasa di tahun ini. Bersyukur sampai hari ini saya masih dikasih kesempatan untuk bernafas dan lanjutkan hidup.

Setelah kelelahan yang cukup panjang, butuh sejenak menepi ke area yang berbeda tetapi nggak jauh-jauh banget dari Bogor. Maka, saya pilih Pulau Untung Jawa. Jaraknya dari dermaga Marina sekitar tiga puluh menitan dengan menggunakan kapal speedboat. Bisa juga naik kapal kayu via Tanjung pasir (pastikan cek perkiraan cuaca dari BMKG) atau bisa juga berangkat dari Muara Angke (Kali Adem). Dari ketiga pilihan dermaga keberangkatan tersebut, saya akui yang ternyaman ada di Dermaga Marina dan Muara Angke. Secara akses, keduanya pun lebih mudah buat warga Bogor dan sekitarnya.

Kalau dari Bogor, saya akan berangkat naik KRL pertama pukul 04.03 WIB dan nantinya akan tiba di dermaga Marina pukul 06.15 WIB. Punya banyak waktu untuk rehat dan nyantai menunggu keberangkatan kapal. Misal mau berangkat pukul 05.00 WIB pun masih cukup, asalkan rumahnya beneran deket sama stasiun. Beneran bisa naik kendaraan umum, kan? Naik KRL lanjut naik kapal laut yang juga barengan sama penumpang lainnya.

Nah, untuk keberangkatan kapal dari setiap dermaga, biasanya sekitar pukul 07.30 WIB sampai dengan pukul 08.00 WIB, jangan telat, harus sudah tiba di dermaga lebih awal. Liburan ke pulau memang tetap mesti disiplin waktu, karena kendaraan menuju ke sana memang terbatas dan kalau ketinggalan kapal, ya, wassalam.

Itulah, di tahun 2025 ini, kehidupan menempa cukup keras dan tetap pertahankan disiplin dalam setiap hal terutama berkaitan sama waktu. Jadi, liburan ke pulau Untung Jawa, sekalian melatih manajemen waktu keberangkatan kamu menuju dermaga, nih, sobat kompasianer.

Bisa Menggunakan Transportasi Umum Menuju Pulau Untung Jawa
Sebagai orang yang sangat peduli sama keberlanjutan, poin menggunakan transportasi umum saat bepergian termasuk liburan jadi salah satu konsen juga, nih. Liburan ke Kepulauan Seribu, bagi warga Jabodetabek bisa menggunakan kendaraan umum seperti: KRL, Transjakarta, Jaklingko, dan kapal speedboat ataupun kapal kayu. Semua merupakan angkutan masal yang bawa banyak penumpang, lebih ramah lingkungan.

Jarak Cukup Dekat 30 Menitan dari Dermaga
Untuk sobat kompasianer yang belum pernah naik kapal laut, tentu menjadi pengalaman menarik dan nggak menakutkan karena jaraknya tidak begitu jauh. Cukup 30 menitan, sudah sampai ke Pulau Untung Jawa dan masih kawasan Kepulauan Seribu Selatan, belum lautan lepas seperti Kepulauan Seribu Utara. Naik kapal speedboat itu santai dan enjoy banget. Apalagi kalau ombak dan angin dalam kondisi tenang. Bisa escape banget di dalam kapal atau sesekali keluar buat video-in deburan ombak.

Ramah bagi pemula, selama ikuti arahan ABK kapal. Perjalanan bakalan menyenangkan dan kasih kesan berbeda.

Liburan ke Pulau, Suasana Beda Jauh dari Hiruk-pikuk Kota
Kepulauan Seribu masih masuk ke wilayah Jakarta dan siapa sangka, punya pulau penduduk dengan lokasi yang cukup dekat sama daratan. Mencari homestay sederhana milik penduduk yang harga per malamnya masih ramah di kantong, menyaksikan kehidupan warga pulau secara langsung, berinteraksi dengan mereka, melihat keriangan anak-anak bermain di tepi pantai, beberapa anak bahkan ada yang suka memancing cumi atau ikan.

Dermaga 16 Marina Ancol
Jakarta Pagi Hari (Dokpri/
Latipah Rahman).

Mendengarkan deburan ombak, sapuan angin pantai, bunga sakura bermekaran di sekitaran Pantai Sakura. Tentu jadi momen yang penuh kesan. Terasa lebih mahal dan premium karena jarang sekali bisa dapat situasi semenarik itu. Sejenak merasakan jauh dari hiruk-pikuk kota dengan segala macet dan bisingnya jalan raya terutama di jam-jam kerja. Yang ada hanyalah pemandangan laut, keindahan alam, harmoni kehidupan warga pulau, makanan khas pulau, tangkapan ikan nelayan. Semua terasa berbeda dan memberikan kesan mendalam serta berarti.

Di tempat senyaman Pulau Untung Jawa yang terkenal dengan keramahan warganya, makanan khas pulau yang unik seperti: Puk Cue, dodol rumput laut hingga keripik sukun khas pulau yang lebih gurih alami. Selain berwisata menikmati keindahan alam, kabar baiknya di Pulau Untung Jawa bisa juga ikutan menanam mangrove. Biasanya memang harus komunikasi ke pihak Pokdarwis pulau Untung Jawa, nanti akan dipandu terkait penanaman mangrove dan berapa minimal orang yang bisa menanam.

Pulau Untung Jawa Punya Hutan Mangrove Sampai Jembatan
Pulau penduduk yang satu ini memang apik banget. Punya satu area hutan mangrove yang cukup luas dan indah memukau. Bisa jadi spot foto, video. Sambil bersyukur karena masih banyak mangrove yang terawat di sana. Bisa juga menjelajah dan mengelilingi area Jembatan Pengantin. Paling nyaman jelajah area ini di pagi hari atau sore hari. Olahraga tipis-tipis, jalan santai sembari hidup udara segar.

Area Hutan Mangrove
di Pulau Untung Jawa
(Dokpri/Latipah Rahman)

Selain itu, ada taman Arsa. Di area tersebut, banyak UMKM yang buka lapak jualannya. Serta terdapat taman yang cukup luas nan rindang buat bersantai. Bosan? Melipir ke tepian pantai, airnya jernih juga. Lalu, bisa snorkeling di taman Nemo yang ada di pantai sakura. Terkait snorkeling, ada warga lokal yang menyewakan alat dan kalau mau foto underwater pun bisa (berbayar).

Misal hanya pengen nyantai di bawah pohon sakura, bisa banget ngadem sekitaran pantai sakura. Banyak UMKM lokal juga yang jualan kelapa muda, aneka gorengan, dan camilan. Tenang, harga mereka sangat wajar dan nggak menjitak. Di Pulau Untung Jawa, terdapat RPTRA dan perpustakaan juga. Misal mau melihat anak-anak yang lagi pada baca buku atau main di sekitaran RPTRA, melipir saja.

Bunga Sakura Pulau Untung Jawa
(Dokpri/Latipah Rahman)

Berdasarkan informasi dari warga setempat, malam tahun baru di pulau Untung Jawa tidak jauh beda sama hari-hari biasa. Paling kalau kebetulan, ya, ada acara dari pariwisata di sekitaran pantai sakura. Selebihnya, warga pulau tetap dengan vibes khas, tenang.

Misal di malam pergantian tahun, kamu mau merenung dan menyiapkan planning buat sambut 2026, sangat memungkinkan sekali. Atau mau bakar-bakar ikan bareng keluarga, misal liburannya ramean? Tentu bisa juga. Ada namanya warung Sahabat Kita milik Ibu Sani. Mereka menyediakan paketan ikan bakar yang beneran dibakar mendadak, tinggal di-request saja.

Semoga saja rekomendasi tempat untuk libur pergantian tahun ala saya tepatnya Pulau Untung Jawa, bisa menambah referensi dan ide buat sobat kompasianer. Tetap semangat menyongsong tahun depan, semoga ada banyak kabar baik menghampiri dan tetap doakan saudara-saudara kita di Sumatera serta bantu terus sebisanya.

Latipah Rahman
Artikel merupakan Juara III Lomba Menulis Artikel (Rekomendasikan Tempat di Jakarta untuk Menikmati Pergantian Tahun).

Artikel telah tayang pula di Kompasiana.

Related Posts

Memaknai Kemerdekaan sebagai Guru yang Sederhana (Artikel Hamdali Anton)

Saat saya memulai menulis artikel ini, waktu menunjukkan pukul 13.56 WITA. Di Samarinda. Hari Senin, 17 Agustus 2026.***Hari kemerdekaan Indonesia ke-81. Pertanyaan yang paling mendasar: Apa yang sudah…

Di Balik Merah Putih, Ada Perjuangan (Artikel Kiki Wahyuni)

Kemerdekaan bukan hanya ikut upacara 17 Agustus. Kemerdekaan juga berarti bersyukur karena masih ada kesempatan belajar, punya cita‑cita, mengasah diri, berkarya, dan melakukan hal-hal positif bagi Indonesia. Pemahaman…

Merdeka dengan Karya-Karya Kreatif yang Menginspirasi (Artikel Kaekaha)

Setiap memperingati hari kemerdekaan Indonesia, termasuk 17 Agustus tahun ini yang telah menginjak usia ke-81, sering kali kita terjebak sebatas dalam seremonial untuk membingkai narasi-narasi besar sejarah perjuangan…

Menua di Jalanan, Saya (Pernah) Memilih “Tereliminasi” (Artikel Kaekaha)

Setiap sudut Jakarta adalah ruang sidang terbuka bagi memori. Bagi jutaan manusia yang menggantungkan hidup atau sekadar melintasinya, kota ini bukan sekadar hamparan beton, melainkan sebuah organisme hidup…

Dari Bantar Gebang, Aku Belajar Mencintai Jakarta (Artikel Ditta Atmawijaya)

Jedug! Perahu karet yang kami tumpangi mendadak berhenti di tengah riak arus Ciliwung River Adventure. Dayung terus dikayuh, tetapi perahu tak bergerak. Dasarnya tersangkut pada anyaman jaring limbah…

Jakarta, Antara Kenangan yang Menetap dan Kota yang Terus Tumbuh (Artikel Sharfina)

Bagi jutaan perantau dan warga lokal, Jakarta bukan sekadar koordinat di peta, melainkan kumpulan memori yang tertinggal di sudut-sudut jalannya. Wajah Jakarta boleh terus bersolek dengan gedung modern…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *