Kopaja71

Apakah Eco Enzyme Mampu Meningkatkan Kualitas Udara? (Opini Nina Sulistiati)

Pencemaran udara di Jakarta, Bekasi, Depok sudah sangat tinggi dan di luar ambang batas kewajaran. IQair menyatakan, Kamis, tanggal 24 Agustus 2023 indeks polusi udara di DKI Jakarta mencapai 108 artinya tidak sehat untuk kelompok sensitif. 
…

Maka, yang dimaksud dengan kelompok sensitif adalah orang-orang yang memiliki kerentanan dengan polusi udara, seperti ibu hamil, balita, dan orang lanjut usia.

Dampak dari polusi udara dilansir dari rendahemisi.jakarta.go.id untuk jangka pendek, polusi udara dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti iritasi pada mata, hidung, kulit, tenggorokan, mengi, batuk dan sesak dada, dan kesulitan bernapas. Tidak hanya itu, malah hingga keadaan yang lebih serius, seperti asma, radang paru-paru, bronkitis, serta masalah paru-paru dan jantung. Bahkan ada yang merasakan dampak langsung seperti sakit kepala, mual, dan pusing setelah terpapar polusi udara. 

Hal tersebut sangat membahayakan bila kualitas udara buruk tetap berlangsung dalam waktu lama. Untuk efek jangka panjang, kondisi kesehatan yang ditimbulkan lebih bersifat kronis (seperti kanker) bahkan sampai menyebabkan kematian.

Imbauan pun diberikan oleh pemerintah daerah ataupun para dokter bagi penduduk yang terdampak polusi udara. Mereka menyarankan untuk mengurangi kegiatan di luar rumah khususnya bagi kelompok yang rentan. 

Mereka juga menyarankan untuk menutup jendela dan menggunakan mesin penyedot udara di dalam rumah. Selanjutnya para penduduk disarankan untuk menggunakan masker jika terpaksa melakukan aktivitas di luar rumah. Pemerintah DKI Jakarta dan pemerintah daerah Jawa Barat menginstruksikan WFH agar jumlah orang terdampak kualitas udara yang tidak bagus dapat ditekan.

Sumber ilustrasi: antarafoto.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi polusi udara dan meningkatkan kualitas udara di sekitar rumah kita? Salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh kita di rumah yaitu dengan menyemprotkan cairan eco enzyme ke sekitar rumah kita. Mengapa eco enzyme? Apakah cairan eco enzyme itu? Pembaca mungkin masih ingat tentang artikel saya tentang eco enzyme. Baca di sini.

Eco enzyme adalah cairan serbaguna hasil fermentasi dari limbah kulit buah, gula merah, dan air. Gagasan eco enzyme ini adalah mengolah enzim dari limbah atau sampah organik tersebut. 

Pada dasarnya, eco-enzyme mempercepat reaksi biokimia di alam untuk menghasilkan enzim yang berguna menggunakan sampah organik. Konsep eco enzyme merupakan karya Dr. Rosukon Poompanvong dari Thailand. Beliau adalah seorang peneliti dan pemerhati lingkungan di Thailand. Tahun 2003, dia menerima penghargaan dari FAO regional Thailand untuk penemuan eco enzyme.

Cairan eco enzyme memiliki berbagai manfaat antara lain: sebagai pembersih lantai, pengusir nyamuk, pencuci piring. Cairan eco enzyme ini juga mampu menjadi filter udara. Cairan eco enzyme yang disemprotkan ke udara mampu membersihkan udara serta menetralisir polusi udara. Cairan eco enzyme ini memiliki kemampuan untuk memecah polutan yang ada di udara. Dengan demikian, kualitas udara akan semakin baik.

Bila melihat manfaat eco enzyme demikian baik, mengapa kita tidak mencoba untuk menyemprotkan cairan ini ke lingkungan sekitar rumah kita? 

Jika setiap warga Jakarta mau menyemprotkan dan juga memproduksi eco enzyme ini, akan ada dua manfaat yang dirasakan yaitu: (1) mampu mengurangi sampah organik yang dihasilkan dari sampah rumah tangga, (2) mampu menjadikan udara di sekitar rumah menjadi lebih segar dan tentunya akan memperbaiki kualitas udara secara umum di wilayah Jakarta.

Penyemprotan cairan eco enzyme ini pernah dilakukan oleh pemerintah Bekasi. Jika dilansir dari laman bekasikota.go.id yang memaparkan bahwa pemerintah Bekasi bersama Komunitas Eco Enzyme Nusantara melakukan giat perdana penyemprotan di beberapa wilayah Bekasi. Harapannya, udara di wilayah Bekasi akan meningkat kualitasnya.

Salah satu manfaat eco enzyme adalah membersihkan udara dan menetralisir polusi udara termasuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Cairan ini sangat aman jika terkena tubuh manusia karena terbuat dari bahan alami. Berbeda jika menggunakan zat kimia yang mengandung klorin yang membahayakan kulit dan pernapasan. 

Nah, tak ada alasan lagi kita menunda. Ayo kita semprotkan eco enzyme di sekitar rumah agar menciptakan kualitas udara yang lebih baik lagi. Semoga bermanfaat. (*)

Nina Sulistiati

Opini merupakan Juara II Lomba Opini Kontribusi Nyatamu Mengurangi Polusi Udara di Jabodetabek.
Opini telah tayang di Kompasiana.

Referensi:
1,2,3,4,5

Related Posts

Memaknai Kemerdekaan sebagai Guru yang Sederhana (Artikel Hamdali Anton)

Saat saya memulai menulis artikel ini, waktu menunjukkan pukul 13.56 WITA. Di Samarinda. Hari Senin, 17 Agustus 2026.***Hari kemerdekaan Indonesia ke-81. Pertanyaan yang paling mendasar: Apa yang sudah…

Di Balik Merah Putih, Ada Perjuangan (Artikel Kiki Wahyuni)

Kemerdekaan bukan hanya ikut upacara 17 Agustus. Kemerdekaan juga berarti bersyukur karena masih ada kesempatan belajar, punya cita‑cita, mengasah diri, berkarya, dan melakukan hal-hal positif bagi Indonesia. Pemahaman…

Merdeka dengan Karya-Karya Kreatif yang Menginspirasi (Artikel Kaekaha)

Setiap memperingati hari kemerdekaan Indonesia, termasuk 17 Agustus tahun ini yang telah menginjak usia ke-81, sering kali kita terjebak sebatas dalam seremonial untuk membingkai narasi-narasi besar sejarah perjuangan…

Menua di Jalanan, Saya (Pernah) Memilih “Tereliminasi” (Artikel Kaekaha)

Setiap sudut Jakarta adalah ruang sidang terbuka bagi memori. Bagi jutaan manusia yang menggantungkan hidup atau sekadar melintasinya, kota ini bukan sekadar hamparan beton, melainkan sebuah organisme hidup…

Dari Bantar Gebang, Aku Belajar Mencintai Jakarta (Artikel Ditta Atmawijaya)

Jedug! Perahu karet yang kami tumpangi mendadak berhenti di tengah riak arus Ciliwung River Adventure. Dayung terus dikayuh, tetapi perahu tak bergerak. Dasarnya tersangkut pada anyaman jaring limbah…

Jakarta, Antara Kenangan yang Menetap dan Kota yang Terus Tumbuh (Artikel Sharfina)

Bagi jutaan perantau dan warga lokal, Jakarta bukan sekadar koordinat di peta, melainkan kumpulan memori yang tertinggal di sudut-sudut jalannya. Wajah Jakarta boleh terus bersolek dengan gedung modern…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *