Pulang sebelum Kenyang (Cerpen Taufiq Agung Nugroho)

Seekor anjing tua menunggu di depan rumah kosong, hingga rasa lapar tak lagi soal perut—melainkan kenangan yang akhirnya membuatnya kenyang.*** Dagingnya tak lagi merah. Sudah tua. Ditarik-tarik waktu sampai…

Roseanne (Cerpen Novitasari Setyawan)

Senja keemasan di dermaga. Raga yang tak lagi muda berjalan terhuyung mendekati kursi yang seluruh permukaannya nyaris tertutup karat. Tangan keriputnya memegangi sang istri yang mati, membawanya duduk…

Pengantin Kertas (Cerpen Iqbal Muchtar)

Toko itu terletak di ujung gang, tidak jauh dari Pasar Johar yang sudah lama kehilangan masa jayanya. Nama toko itu “Sinar Abadi”. Orang-orang menyebutnya “Toko Ong” toko perlengkapan…

Terkutuk demi Miao (Cerpen Irfan Hamonangan Tarihoran)

“Buaaarrr!” Sudah lebih sepuluh kali suara petir menggelegar. Hantamannya membuat tanah bergetar seperti ada langkah kaki nian(1) yang tengah berjalan. Cahaya di tiap rumah dipadamkan. Hanya api abadi…

Cerita Empat Puluh Hari (Cerpen Feiren Dina)

Aliong bukanlah orang yang percaya akan cerita mistis selama hidupnya. Cerita mistis baginya hanya takhayul belaka. Memang sewaktu kecil, dia percaya cerita-cerita mistis dari Akong, tetapi seiring dewasa,…

Sujang (Cerpen Dali Budaya)

Sujang jongkok di bawah selangkangan Ma Ciwis: seorang perempuan yang tengah berdiri menghadapi penjual kerang. Sujang memainkan cangkang kerang yang berjatuhan, menyadari salah satunya masih berdaging. Dari sebalik…

Bayi Yesus Minta Susu Lokal, Begini Tanggapan Pemerintah (Cerpen Yessy Sinubulan)

Pak Ngademin buru-buru mengayuh sepedanya menuju kantor paroki persis di samping gereja, tempat Romo Paulus bertugas. Setibanya di sana ia disuruh menunggu karena Romo masih ada konseling dengan…

Tisna dan Hantu-Hantu di Kepalanya (Cerpen Nara Lahmusi)

Tisna lebih percaya kepada hantu di kepalanya ketimbang tafsiran orang-orang. Katanya, jauh di dalam tanah rumahnya senantiasa bertabrakan dan menimbulkan getaran. Namun, nyatanya baru kali ini kampungnya diluluhlantakkan….

Meliuklah Anjing Tanpa Tulang (Cerpen Dali Budaya)

Sepedas apa pun bunyi makian orang pada si Anjing, nyatanya ia akan terus menari telanjang di depan mayit tanpa seorang jua bisa membuatnya berhenti. Pikir orang, ia adalah…

Ketika Rimba Berbisik Lirih (Cerpen Iqbal Muchtar)

Embun pagi menusuk tajam, meresap ke dalam jubah perjuangan yang kian lusuh dimakan waktu. Di sini, di tengah hutan perbatasan Perak yang menyimpan sejuta rahasia, aku—Harun bin Mahmud—menemukan…