Angelina Cempluk Ingin Punya Barbie (Cerpen Loriza Virga Giardillah)

George Telolet sudah mumet dengan tingkah Angelina Cempluk semingguan ini. Istrinya itu melakukan sekaligus meminta hal-hal aneh padanya. Dan di hari Sabtu pekan ini, George Telolet sudah kehabisan…

Kaum Pemburu (Cerpen Suyat Aslah)

Manca terus mengikuti diam-diam ke mana seekor binatang buruannya pergi. Dia tak ingin langsung membunuhnya. Meski rasa lapar meremasi lambungnya. Tapi nanti tetap akan membunuhnya jika insting hewaninya…

Pohon Jambu di Mata Ibu (Cerpen Yuni Sulistyowati)

Pati Asri, 1998.“Hilang! Mbah Simi hilang!” Jenar baru kembali dari sawah. Dia dikejutkan dengan halaman rumahnya yang ramai. Wanita kepala empat itu segera mencantolkan capingnya, menerobos orang-orang yang…

Aku Sudah Mati (Cerpen Radithya Avisennah)

Gadis kecil itu berjalan perlahan. Tubuhnya bungkuk, menangkupkan tangannya di perut. Pakaiannya sangat kusut. Lubang-lubang kecil terukir. Kakinya menapak dengan lemah. Entah ke mana tujuan perjalanannya. Ia tidak…

Karma Kutu Beras (Cerpen Sri Nur Aminah)

Murni adalah yatim piatu yang menjual beras di pasar Kampung Duri. Paras manis dan perilaku santunnya membuat kios berasnya selalu ramai pengunjung. Murni melayani pembelinya secara profesional dan…

Simulasi Mati (Cerpen Galang Gelar)

Tik tok… Tik tok… Tik tok…Fana Sastra Atmaja menatap gamang sebuah revolver yang terletak di atas meja kerjanya. Ruangan itu hening. Tidak ada kebisingan selain suara jam yang…

Bekas Lipstik di Kemeja Suamiku (Cerpen Nadhifa Qurotal Aini)

Sontak, di saat aku menemukan kemeja suamiku yang tercetak jelas bekas ciuman. Awalnya ingin membersihkan pakaian suamiku, tetapi aku terlanjur kecewa! Ini hal yang tidak dapat diremehkan, lalu…

Aku Bukan Anak Haram (Cerpen Erlina Agustia)

Seperti apakah rasanya hidup menjadi orang yang tidak pernah dianggap? Tanyakan pertanyaan ini padanya. Jika dia bisa berkata-kata, maka yakinlah dia akan menjawab semua pertanyaan itu. Dulu dia…

Rencana Pelarian Ayam (Cerpen Haniah Nurlaili)

Kukuruyuukkk…!!!Suara kokok ayam nyaring terdengar pertanda pagi telah datang. Tak seperti hari-hari biasanya yang riuh, suasana pagi di sebuah kandang tempat suara kokok ayam tadi berasal sangat tenang….

Pukul 09.00 di Bawah Pohon Trunyan (Cerpen Anggi Gayatri Purba)

“Om Sarwa Wighna Sarwa Klesa Sarwa Lara Roga Winasaya Namah.”“Om Bhur Bhuvah Svah Tat Savitur Varenyam Bhargo Devasya Dhimahidhiyo Yonah Pracodayat.”“Om ….”*** Bibir tandus Nilam perlahan berhenti berkata-kata….