Asahan Pisau (Cerpen Ilya S)

“Fajar, antarkan pisau ini untuk diasah Wak Surya ya, Nak!” perintah Ibu. Fajar yang asik bermain laptop berdiri dan mengambil empat pisau yang sudah di bungkus koran. Ia…

Makan Pelangi (Cerpen Tia Sulaksono)

“Tapi ini gak enak, Ma,” tolak Lula ketika sang mama hendak menuangkan tumis kangkung ke dalam piringnya yang hanya berisi nasi dan sosis.***“Coba dicicip sedikit.” Mama Lula tak…

Kompas (Cerpen Sangkar Aksara)

Di tengah perdebatan panas petinggi Serikat Dagang, Mea Culpa hanya diam di kursinya dengan tangan di bawah meja sambil memegang kompas rusak. Ia tidak mengerti perdebatan yang sedang…

Lorong yang Tak Ada di Peta (Cerpen Shabrina Amalia Islami)

Langit seperti melukis kesedihan sore itu. Awan menggumpal kelabu, menahan hujan yang belum turun, seolah ikut menahan tangis seseorang yang terlalu lelah untuk menangis.*** Adisatya berdiri di tengah perempatan…

Pelangi (Cerpen Varaziza)

Ada pelangi dalam mulutnya. Terjun bebas seperti air muntah. Muntahannya merambat, menyelusup dalam rongga dada, menjelma jingga. Dibelainya ruang navigasi bocah laki-laki berusia 12 tahun itu, mengecup pelan…

Di Bawah Atap Lobo (Cerpen Taufiq Agung Nugroho)

Di bawah atap Lobo yang tak pernah berbohong, satu cinta lama membuka luka, dan kampung Pipikoro pun dipaksa memilih antara adat atau ampunan.***Angin turun pelan dari lereng. Membawa…

Matematika di Mataku (Cerpen Ael)

“Jika x + y = 12 dan x – y = 4, maka nilai x × y adalah…?”*** Aku sudah menatap soal matematika itu cukup lama, tapi angka-angka di…

Lukisan Gajah (Cerpen Febrina Silalahi)

Detak jantung sang mesin penanda waktu menggema di ruang sunyi, bagai genderang yang mengiringi kesendirian. Rana memejamkan mata, bukan untuk tidur, melainkan untuk melarikan diri dari terangnya kenyataan….

Tak Ada Torta Upik Abu (Cerpen Putri Anzelita)

Seorang perempuan muda berdiri di balik pintu kayu Mahoni, menatap lurus ke arah lorong penghubung ruang kamar yang langsung menuju ke ruang tengah keluarga. Manik cokelat gelap matanya…

Pulang sebelum Kenyang (Cerpen Taufiq Agung Nugroho)

Seekor anjing tua menunggu di depan rumah kosong, hingga rasa lapar tak lagi soal perut—melainkan kenangan yang akhirnya membuatnya kenyang.*** Dagingnya tak lagi merah. Sudah tua. Ditarik-tarik waktu sampai…