Kopaja71

KotekaTrip ke-13 Bersama Kopaja71 (Kopaja71 Ngetem)

Minggu, 19 November 2023 merupakan hari dan kesempatan baik untuk bersilaturahmi. Bukan sebuah dugaan, melainkan hasil kesimpulan dari penyelenggaraan Kotekatrip ke-13, di mana Kompasianer berkumpul, berbincang hangat, dan jalan-jalan bersama.

Sesuai agenda dan undangan Admin Kotekasiana, Bu Gana dan Bu Palupi, keluarga Kopaja71 sepakat untuk menghadiri Kotekatrip ke-13. Pada pagi yang cerah, kami yang telah bergabung dalam grup WA koordinasi, saling tunggu dan berkumpul di pintu masuk Ragunan.

Bermula dari hadirnya Pak Sutiono, disusul Bang Horas, kemudian satu demi satu: Pak Merza, Bu Emma, Mbak Fenni, Pak Inayat, Mas Taufik, Bu Palupi, Omjay, dan Bu Ajeng beserta keluarga.

Keluarga Kopaja71 dan Koteka ketika Kotekatrip ke-13 di Taman Margasatwa Ragunan, sumber: dokumentasi Kopaja71.

Sambil berkenalan, kami menuju pintu masuk dan membeli tiket secara elektronik dalam kartu. Dibiayai oleh Koteka, kami masuk dengan mudah, cepat, dan gratis.

Terlihatlah tak terlalu jauh, pepohonan rindang yang (memang) identik dengan kebun. Di bawahnya, ada tempat duduk yang dirasa cukup untuk disinggahi. Suasana teduh semakin memancing kami untuk sejenak istirahat.

Perkenalan semakin jauh terjadi dengan semakin banyak percakapan antar Kompasianer. Masing-masing santai mengutarakan perihal pribadinya dan diiringi dengan berbagi pengalaman.

Pak Merza pun sempat memberikan buku pribadi kepada Bu Palupi sebagai koordinator offline Koteka. Di tengah perbincangan, kami menikmati kudapan ringan kue Sarang Madu yang dibawa Bang Horas dari kampungnya.

Cerah sedikit beralih menjadi panas dan tanda untuk kami sebaiknya bergegas melihat-lihat pemandangan di Ragunan. Berbekal minum masing-masing, satu demi satu kandang dan binatang di dalamnya tersimak bersama.

Ada berbagai macam burung, owa jawa dan primata, kuda nil, buaya, ular, dan lainnya. Untuk ukuran taman margasatwa berkoleksi lengkap, tiket masuk cenderung sangat murah.

Selepas lelah berjalan-jalan, kami memutuskan singgah di kedai makanan terdekat. Lagi-lagi, ditraktir Kotekasiana, kami menikmati makan siang dan tentunya sembari bercakap.

Sungguh, sebuah kesempatan baik untuk kami dapat bersilaturahmi. Terima kasih banyak, Kotekasiana, telah mengajak Kopaja71 untuk ikut Kotekatrip-13. Semoga kali lain dapat terjalin kembali kerja sama. 

Salam.

Related Posts

Memaknai Kemerdekaan sebagai Guru yang Sederhana (Artikel Hamdali Anton)

Saat saya memulai menulis artikel ini, waktu menunjukkan pukul 13.56 WITA. Di Samarinda. Hari Senin, 17 Agustus 2026.***Hari kemerdekaan Indonesia ke-81. Pertanyaan yang paling mendasar: Apa yang sudah…

Di Balik Merah Putih, Ada Perjuangan (Artikel Kiki Wahyuni)

Kemerdekaan bukan hanya ikut upacara 17 Agustus. Kemerdekaan juga berarti bersyukur karena masih ada kesempatan belajar, punya cita‑cita, mengasah diri, berkarya, dan melakukan hal-hal positif bagi Indonesia. Pemahaman…

Merdeka dengan Karya-Karya Kreatif yang Menginspirasi (Artikel Kaekaha)

Setiap memperingati hari kemerdekaan Indonesia, termasuk 17 Agustus tahun ini yang telah menginjak usia ke-81, sering kali kita terjebak sebatas dalam seremonial untuk membingkai narasi-narasi besar sejarah perjuangan…

Menua di Jalanan, Saya (Pernah) Memilih “Tereliminasi” (Artikel Kaekaha)

Setiap sudut Jakarta adalah ruang sidang terbuka bagi memori. Bagi jutaan manusia yang menggantungkan hidup atau sekadar melintasinya, kota ini bukan sekadar hamparan beton, melainkan sebuah organisme hidup…

Dari Bantar Gebang, Aku Belajar Mencintai Jakarta (Artikel Ditta Atmawijaya)

Jedug! Perahu karet yang kami tumpangi mendadak berhenti di tengah riak arus Ciliwung River Adventure. Dayung terus dikayuh, tetapi perahu tak bergerak. Dasarnya tersangkut pada anyaman jaring limbah…

Jakarta, Antara Kenangan yang Menetap dan Kota yang Terus Tumbuh (Artikel Sharfina)

Bagi jutaan perantau dan warga lokal, Jakarta bukan sekadar koordinat di peta, melainkan kumpulan memori yang tertinggal di sudut-sudut jalannya. Wajah Jakarta boleh terus bersolek dengan gedung modern…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *