Besok, Kita Akan Menjadi Orang Lain (Cerpen Gagah Pranaja Sirat)
Kembali terjadi. Kali ini, para warga tidak terlalu panik. Alim Musyakir—meski bernama ‘alim’ yang memiliki konotasi baik—ditemukan dalam keadaan sangat mengenaskan di pinggir rawa. Dua malam lalu, dengan…
Nenek Mendengar Orang Berjalan di Perutnya (Cerpen Gagah Pranaja Sirat)
Baru kali ini Dokter Fransiskus merasa ruangannya begitu asing, begitu ganjil. Bukan karena mesin AC yang sudah mati dan katanya mau diperbaiki, tapi gelagat pasien tua ini. Keluhan…
Temuilah Aku, di Atas Punggung Buaya (Cerpen Gagah Pranaja Sirat)
Cepat atau lambat, Mardan akan membunuhku. Dengan bantuan Bajul, pasti lebih cepat. Estimasi kurang dari tiga hari, tubuhku mungkin sudah terpisah jadi empat bagian. Mardan adalah mantan tukang…
Perempuan Berambut Pel (Cerpen Gagah Pranaja Sirat)
Bau karbol itu, lagi-lagi menyeruak dari dapur dan menyelinap masuk ke dalam kamarku. Bau itu seperti jeruk. Sesekali terasa menyengat, namun sangat memikat. Kulihat jam di dinding; pukul…
