Yang Mengintip dari Tubuh Luh Ninggar (Cerpen Anggi Gayatri Purba) 

Luh Ninggar menusuk-nusuk bekas operasi di kedua pipinya. Dia yakin, dua kawah kecil buatan di pipi akan mampu melunakkan Pramesi yang telah lama menjelma jadi arca Roro Jonggrang….

Kiamat Kecil di Bar (Cerpen Ali Azhar Syihabuddin)

Gumpalan awan tipis perlahan menutupi bulan, membawa serta hembusan angin dingin, tanda akan hujan. Menjelang tengah malam, di dalam mobil, Jhon mendapat kabar kalau ketua geng mafia narkoba…

Tidurlah Siang, Sahabatku (Cerpen Endang S. Sulistiya)

Tidurkah kamu siang hari ini, Sahabatku? Kurasa kamu tidak, karena khawatir insomniamu kambuh malam nanti. ***Lagi, mana ada alokasi waktu untuk tidur siang di tengah kebisingan jadwalmu saat…

Matinya Seorang Cemerlang (Cerpen Rio Nalanda Junior)

Pam menutup buku Jejak Langkah, lalu melangkahi pintu, setelah menyandarkan pemaknaan dalam hanya tempurungnya. Kemudian ia meludah, sementara mentari sudah menggantung di hamparan pemukiman padat penduduk. Waktu baginya…

Suanggi (Cerpen Mariemon Simon Setiawan)

“Pernah dengar suanggi yang tabrak tower TVRI?” tanya Ama Laka.***“Pernah, Bapak.” “Iyaa, Bapak. Katanya dia baru pulang dari Konferensi Suanggi di China. Apa itu benar?” jawab Pice setengah…

Salam Maria (Cerpen Auranita Gibrani Darmawan)

“Mas, bangun, Mas!” teriak wanita berambut panjang yang tergulung acak.***Suara komputer di sebelahnya terus mengumumkan berita buruk yang tak ingin didengar semua orang. Ia meraung-raung, memohon pada Tuhan…

Berjoget Lara (Cerpen Primasanti Kartika)

Sambil beringsut ke kanan, kuintip dari balik tirai dengan mata setengah terbuka. Lagi-lagi, dua sejoli sedang masyuk dengan gawai masing-masing. Pemandangan yang sama seperti kemarin dan kemarinnya lagi….

Asahan Pisau (Cerpen Ilya S)

“Fajar, antarkan pisau ini untuk diasah Wak Surya ya, Nak!” perintah Ibu. Fajar yang asik bermain laptop berdiri dan mengambil empat pisau yang sudah di bungkus koran. Ia…

Kompas (Cerpen Sangkar Aksara)

Di tengah perdebatan panas petinggi Serikat Dagang, Mea Culpa hanya diam di kursinya dengan tangan di bawah meja sambil memegang kompas rusak. Ia tidak mengerti perdebatan yang sedang…

Lorong yang Tak Ada di Peta (Cerpen Shabrina Amalia Islami)

Langit seperti melukis kesedihan sore itu. Awan menggumpal kelabu, menahan hujan yang belum turun, seolah ikut menahan tangis seseorang yang terlalu lelah untuk menangis.*** Adisatya berdiri di tengah perempatan…