Pohon Pisang di Jalan Berlubang (Cerpen Ricardo Marbun)

Bruuk! Astagfirullahaladzim. Neneng seketika menutup mata, menggigit bibir, dan berusaha menenangkan diri. Belum ada lima menit Neneng menutup pintu setelah mengantar Arip, suaminya dengan banyak pesan, bunyi keras…