Tanah pun Mengerti (Cerpen Gema Surya Hendrawan)
Lima belas tahun Sena bertahan di bekas rumahnya bertepi gunungan sampah, di mana air hujan hanya mengalirkan genangan lindi beracun. Jari rentanya selalu mengusap kerak putih di atas…
Ada Silet di Kerongkonganku, Tetapi Aku Harus Makan (Cerpen Gema Surya Hendrawan)
Di Rumah Aman Jaya Bangkit yang tua dan sejuk, Rina melangkah hati-hati menghindari retakan lantai menuju ruang kerjanya yang lengang. Setiap pagi, Bu Ida, kepala rumah aman, selalu…
Tamsil Nisbah (Cerpen Gema Surya Hendrawan)
Arya menahan napas sejenak saat ujung pinsetnya menempatkan miniatur mobil sport tepat di tengah persimpangan diorama pesanan dari klien istimewanya. Di dalam studio yang terletak di lantai tiga…
Melampaui Mintakulburuj (Cerpen Gema Surya Hendrawan)
Di langit malam tanpa awan, gemerlap bintang tak terhitung memancarkan sinarnya. Angin dingin berhembus menembus ventilasi observatorium, merayap menuju kursi tempat Profesor Ranu duduk mematung. Matanya menatap lensa…
Suara Tersembunyi di Teluk Kasuari (Cerpen Gema Surya Hendrawan)
Maruna, pemuda Papua dengan darah pegunungan dan laut yang mengalir dalam nadinya, berdiri tegak di tengah Teluk Kasuari. Air payau yang dingin merangkul pinggangnya—ia sengaja masuk ke teluk…
