Pulpen Kompasiana

Laporan Pertemuan Pulpen IV

Dalam rangka melengkapi kemampuan Keluarga Pulpen ketika menulis cerpen, bekerja sama dengan Yayasan Omah Sinau Sogan, Pertemuan Pulpen IV telah diselenggarakan.

Kang Ribut Achwandi sebagai pemateri memaparkan secara teliti unsur-unsur ekstrinsik cerpen meliputi nilai-nilai, dunia pengarang, dan realitas masyarakat.

Dunia pengarang sendiri terdiri dari riwayat hidup, ideologi, dan psikologi. Sementara realitas masyarakat mencakup kebudayaan, kondisi sosial, situasi politik, dan ekonomi.

Pertemuan Pulpen IV, sumber: dokumentasi Pulpen.
Pertemuan Pulpen IV, sumber: dokumentasi Pulpen.
Pertemuan Pulpen IV, sumber: dokumentasi Pulpen.
Pertemuan Pulpen IV, sumber: dokumentasi Pulpen.

Bertindak sebagai moderator dalam acara adalah Rapael Sianturi a.k.a. Banyu Biru dan bertanggung jawab untuk operator zoom ialah Muhammad Iqbal Muchtar.

Terima kasih banyak untuk kerja keras semua pihak yang terlibat. Kiranya hasil pertemuan dapat menjadi berkah bagi keluarga Pulpen dan Pulpen semakin menjadi manfaat bagi sesama.

Sampai jumpa pada Pertemuan Pulpen selanjutnya.
Salam.

Related Posts

Besok, Kita Akan Menjadi Orang Lain (Cerpen Gagah Pranaja Sirat)

Kembali terjadi. Kali ini, para warga tidak terlalu panik. Alim Musyakir—meski bernama ‘alim’ yang memiliki konotasi baik—ditemukan dalam keadaan sangat mengenaskan di pinggir rawa. Dua malam lalu, dengan…

Rahasia Cap Jempol Pak Bakri (Cerpen Kaekaha)

Pagi itu, matahari masih mengintip malu-malu di balik pohon rambai saat sebuah perahu klotok terlihat membelah kabut tipis yang masih menggantung di atas permukaan rawa-rawa Desa Sungai Buluh, Hulu…

Katup Udara di Ujung Telepon (Cerpen Ditta Atmawijaya)

Aroma minyak kayu putih menguar tajam, memenuhi ruang kamar berukuran tiga kali tiga meter yang terasa makin sempit. ***Aku duduk di tepi kasur, memandangi dada anak bungsuku yang naik…

Tanah pun Mengerti (Cerpen Gema Surya Hendrawan)

Lima belas tahun Sena bertahan di bekas rumahnya bertepi gunungan sampah, di mana air hujan hanya mengalirkan genangan lindi beracun. Jari rentanya selalu mengusap kerak putih di atas…

Perempuan yang Membawa Pergi Tubuhnya (Cerpen Yuli Inersia)

Seolah-olah kiamat datang pada siang itu. Orang-orang berkumpul dan saling berhimpit. Jalanan dipagari berbagai macam betis. Tunggang-langgang ibu-ibu meninggalkan bayinya. Lalat-lalat dibiarkan kawin di atas potongan lontong. Orang-orang…

Bagaimana Kucing Melukis Menggunakan Kukunya? (Cerpen Syavira Dwi Putri Septiani)

Bau terpentin yang menguar di udara pun gagal menyamarkan aroma anyir darah. Ruang studio lantai dua itu berantakan. Pergumulan fatal terjadi di sana. Pada tengah ruangan, garis kapur…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *