Pulpen Kompasiana

Laporan Pertemuan Pulpen I

Pulpen patut bersyukur, Pertemuan Pulpen I terselenggara dengan baik. Pada Sabtu, 27 Mei 2023, bertempat di zoom meeting, hadir 10 peserta keluarga Pulpen.

Acara dimulai oleh moderator, Bapak Samsudi dan diisi oleh pemateri, Y. Edward Horas S. Hal yang didiskusikan seputar bagaimana menyusun pembuka cerpen yang menarik.

Secara ringkas, kurang lebih ada 6 jenis pembuka yang telah disarikan dari cerpen-cerpen para pengarang di kumpulan cerpen pilihan Kompas, meliputi: kondisi alam, lokasi kejadian, penokohan, aktivitas tokoh, konflik, dan dialog.

Materi pada Pertemuan Pulpen I, sumber: dokumentasi Pulpen.

Acara berlangsung lancar selama dua sesi (sekitar 1 jam 20 menit). Kiranya acara membawa manfaat baik bagi para peserta. Amin.

Related Posts

Besok, Kita Akan Menjadi Orang Lain (Cerpen Gagah Pranaja Sirat)

Kembali terjadi. Kali ini, para warga tidak terlalu panik. Alim Musyakir—meski bernama ‘alim’ yang memiliki konotasi baik—ditemukan dalam keadaan sangat mengenaskan di pinggir rawa. Dua malam lalu, dengan…

Rahasia Cap Jempol Pak Bakri (Cerpen Kaekaha)

Pagi itu, matahari masih mengintip malu-malu di balik pohon rambai saat sebuah perahu klotok terlihat membelah kabut tipis yang masih menggantung di atas permukaan rawa-rawa Desa Sungai Buluh, Hulu…

Katup Udara di Ujung Telepon (Cerpen Ditta Atmawijaya)

Aroma minyak kayu putih menguar tajam, memenuhi ruang kamar berukuran tiga kali tiga meter yang terasa makin sempit. ***Aku duduk di tepi kasur, memandangi dada anak bungsuku yang naik…

Tanah pun Mengerti (Cerpen Gema Surya Hendrawan)

Lima belas tahun Sena bertahan di bekas rumahnya bertepi gunungan sampah, di mana air hujan hanya mengalirkan genangan lindi beracun. Jari rentanya selalu mengusap kerak putih di atas…

Perempuan yang Membawa Pergi Tubuhnya (Cerpen Yuli Inersia)

Seolah-olah kiamat datang pada siang itu. Orang-orang berkumpul dan saling berhimpit. Jalanan dipagari berbagai macam betis. Tunggang-langgang ibu-ibu meninggalkan bayinya. Lalat-lalat dibiarkan kawin di atas potongan lontong. Orang-orang…

Bagaimana Kucing Melukis Menggunakan Kukunya? (Cerpen Syavira Dwi Putri Septiani)

Bau terpentin yang menguar di udara pun gagal menyamarkan aroma anyir darah. Ruang studio lantai dua itu berantakan. Pergumulan fatal terjadi di sana. Pada tengah ruangan, garis kapur…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *