Indosiana

Koleksi di Museum Geologi Bandung yang Menarik Perhatian Anak-Anak (Tati Ajeng Saidah)

Di akhir tahun ini, kota Bandung bisa menjadi pilihan untuk berlibur bagi keluarga karena banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Salah satunya adalah objek wisata edukasi Museum Geologi yang beralamat di Jl. Diponegoro No.57 Cihaur Geulis Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung.
…

Saya pernah berkunjung ke museum ini pada tahun 2016 bersama keluarga, saat itu kami mendapatkan undangan dari saudara yang menikahkan anaknya di gedung yang lokasinya satu komplek dengan Museum Geologi. Kebetulan ananda sudah lama ingin melihat fosil dinosaurus, jadi sebelum menghadiri acara pernikahan, kami berkunjung terlebih dulu ke museum ini.

Ruang Pameran di Museum Geologi Bandung
Ada 4 ruangan pameran di Museum Geologi ini yang terdapat di lantai I dan lantai II, dengan koleksi kurang lebih sebanyak 250.000 batuan dan mineral serta 60.000 fosil dan lain sebagainya. 

Pertama adalah ruangan Sejarah Kehidupan. Ruangan ini berisi informasi tentang perkembangan kehidupan di muka bumi yang dimulai sejak kelahiran bumi 4,6 milyar tahun yang lalu. Terdapat pula informasi tentang proses terbentuknya litosfer, atmosfer, dan hidrosfer sekitar 3,8 milyar tahun yang lalu, serta munculnya kehidupan awal di bumi berupa mikroorganisme jenis alga dan bakteri sekitar 3,5 milyar tahun yang lalu.

Koleksi di ruangan Sejarah Kehidupan (sumber foto: museum.geologi.esdm.go.id)

Ditampilkan juga tentang perkembangan kehidupan dari zaman ke zaman, yaitu dimulai dari kehidupan di dalam air hingga migrasi ke darat, organisme bersel satu hingga organisme bersel banyak, hewan invertebrata hingga vertebrata, serta tumbuhan paku hingga tumbuhan berbunga. Ada juga tentang sejarah geologi Bandung yang mengisahkan terbentuknya Danau Bandung Purba serta terdapat pula berbagai replika fosil manusia purba. 

Kedua adalah ruangan Manfaat dan Bencana Geologi. Ruangan ini berisi informasi tentang manfaat dari sumber daya geologi oleh manusia dan bencana geologi. Sudut pameran pemanfaatan sumber daya geologi menyajikan tentang hasil pengolahan sumber daya geologi oleh manusia dari masa ke masa.

Koleksi di ruangan Manfaat dan Bencana Geologi (sumber foto: museum.geologi.esdm.go.id)

Sedangkan sudut pameran bencana geologi menyajikan jenis-jenis bencana yaitu: gempa bumi dan tsunami, letusan gunung api, dan tanah longsor.

Ketiga adalah ruangan Sumber Daya Geologi. Dalam ruangan ini menampilkan berbagai jenis potensi sumber daya mineral yang meliputi mineral logam dan nonlogam termasuk batu mulia.

Koleksi di ruang Sumber Daya Geologi (sumber foto: museum.geologi.esdm.go.id)

Terdapat juga sumber daya energi yang mencakup energi konvensional misalnya minyak dan panas bumi, serta sumber daya air khususnya air tanah yang sangat diperlukan bagi kelangsungan hidup manusia.

Keempat adalah ruangan Geologi Indonesia. Ruangan ini berisi informasi tentang proses pembentukan bumi dalam tata surya keluarga matahari, di sini terdapat koleksi meteroit dan tektit.

Terdapat pula penjelasan tentang perkembangan kepulauan Indonesia sejak 50 juta tahun yang lalu hingga kondisinya sekarang menurut teori tektonik lempeng terkait dengan keberadaan kepulauan Indonesia yang terdapat di antara 3 lempeng tektonik, yaitu Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia yang menyebabkan terjadinya berbagai fenomena geologi seperti gempa bumi, tsunami, dan aktivitas gunung api.

Koleksi di ruangan Geologi Indonesia (sumber foto: museum.geologi.esdm.go.id)

Ada juga informasi tentang fenomena dan gejala geologi utama dari masing-masing pulau besar di Indonesia, serta penjelasan tentang berbagai jenis mineral dan klasifikasinya maupun batuan dan ciri-cirinya.

Koleksi di Museum Geologi yang Menarik Perhatian Anak-Anak
Saat berkunjung ke tempat ini pada tahun 2016, ananda berusia 7 tahun. Sejak usia 3 tahun, ananda senang dengan hal-hal tentang dinosaurus, jadi saya membelikan ananda mainan dinosaurus dan masih disimpan sampai sekarang.

Ananda juga senang menonton film kartun tentang dinosaurus, saya juga pernah membelikan karpet plastik yang gambarnya dinosaurus. Jadi, ketika duduk di karpet tersebut, ananda akan melihat gambar dinosaurus dan membaca nama-namanya yang tertulis di karpet.

Sering juga ananda bermain peran sebagai Tyrannosaurus rex atau T-rex, kedua tangannya akan didekatkan dan ditekuk di depan dadanya. Dengan kondisi tangan seperti itu, ananda akan mengejar teman-temannya dan mengatakan bahwa dirinya adalah T-rex.

Replika fosil T-rex (sumber foto: museum.geologi.esdm.go.id)

Jadi, pada saat berkunjung ke Museum Geologi, yang pertama kali ingin dilihat oleh ananda adalah replika fosil T-rex yang ada di ruangan Sejarah Kehidupan. Tinggi fosil tersebut 6,5 meter, panjang 14 meter, dan beratnya 8 ton. Hal menarik lainnya bagi ananda adalah keberadaan fosil gajah Blora yang memiliki nama ilmiah Elephas hysudrindicus. Fosil gajah ini merupakan temuan dari tim geologi pada tahun 2009 di tepian Bengawan Solo Purba Kabupaten Blora Jawa Tengah.

Fosil Gajah Blora (sumber foto: museum.geologi.esdm.go.id)

Menurut informasi untuk melakukan proses eskavasi, preparasi, rekonstruksi, hingga peragaan fosil tersebut memerlukan waktu sekitar empat tahun. Fosil gajah ini tingginya 4 meter, panjang 5 meter, dan berat antara 6 – 8 ton dan dianggap sebagai leluhur gajah Asia.

Ananda senang berlama-lama di situ, kami pun mengambil foto dengan latar kedua fosil tersebut. Tempat ini merupakan spot foto favorit para pengunjung.

Ananda berfoto di depan fosil Gajah Blora (sumber foto: dokpri).

Kami berkeliling melihat koleksi lainnya yang ada di beberapa ruangan yang berbeda, setelah puas kami pun keluar dan menuju ke gedung yang lokasinya tidak jauh dari museum untuk menghadiri undangan pernikahan.

Bila ada yang ingin berkunjung ke Museum Geologi ini, untuk hari Selasa, Rabu, dan Kamis, buka pukul 09.00 s.d 15.00. Sedangkan hari Sabtu dan Minggu, buka pukul 09.00 s.d 14.00 dengan harga tiketnya yang sangat terjangkau.

Wasana Kata 
Saat berkunjung ke Museum Geologi, pengunjung akan mendapatkan banyak ilmu pengetahuan antara lain tentang proses terbentuknya bumi, sumber daya alam yang ada di Indonesia, kehidupan di zaman purba, fenomena alam, dan bencana yang sering terjadi.

Bagi keluarga yang membawa anak-anak, hal yang menarik bagi mereka adalah saat melihat fosil-fosil hewan vertebrata yang berukuran besar antara lain fosil Gajah Blora dan T-rex. Dengan melihat fosil-fosil tersebut, akan mengembangkan imajinasi mereka tentang hewan-hewan yang sudah punah, yang selama ini mereka hanya melihat melalui gambar ataupun film saja.

Hal ini akan memberikan pengalaman yang menarik bagi anak, dan akan memberikan kenangan indah saat liburan di Bandung. Terima kasih telah membaca tulisan ini, salam hangat dan bahagia selalu. (*)

Tati Ajeng Saidah

Referensi:
https://museum.geologi.esdm.go.id/kegiatan
https://bandung.kompas.com/read/2022/02/27/112200878/museum-geologi-bandung-sejarah-koleksi-jam-buka-dan-harga-tiket-masuk?page=all

Artikel merupakan Juara II Lomba Cerita Cinta Indonesia dari Museum.
Artikel telah tayang di Kompasiana.

Related Posts

Pekanbaru dan Museum Sang Nila Utama (Johar Dwiaji Putra)

Patut diakui, Pulau Sumatra menyimpan banyak keunikan. Sejak aku bekerja di Bukittinggi, aku kerap dibuat takjub dengan apa-apa yang kutemui sehari-hari. Pulau Sumatera memang sungguh kaya. Khususnya soal…

Museum Balanga, Etalase Lengkap Warisan Budaya Dayak di Kalimantan Tengah (Yustisia Kristiana)

Palangkaraya, ibukota Provinsi Kalimantan Tengah, menyimpan sejuta pesona alam dan budaya yang menarik untuk dijelajahi. Salah satu daya tarik wisata budaya yang patut dikunjungi di kota ini adalah…

Mengenal Sejarah Kota Tepian Mahakam Melalui Museum Samarinda (Siska Artati)

Sejak awal pekan liburan sekolah, saya telah merencanakan mengajak NakDis (anak gadis) berkunjung ke Museum Samarinda. Sudah lama saya berminat dan berniat ke sana. Bahkan saya mengajak sahabat…

Melakukan Kegiatan Karitatif di Desa Tak Semudah Membalik Telapak Tangan (D. Wibhyanto)

JAKARTA – Pada akhir tahun 2008, penulis dan beberapa kawan bersepakat masuk dan berkegiatan bidang pertanian berbasis organik di Desa Mawar (nama samaran), Kecamatan Manggis (bukan nama sebenarnya),…

Membangun Indonesia dari Desa Apa Tidak Perlu Dukungan Kementrian/Pemerintah? (Moch Syahfrudin)

Membangun Indonesia dari desa, sebuah impian dan bentuk sikap action yang bisa dilakukan minimal untuk perubahan kesejahteraan keluarga di desa tersebut dan apabila bisa menjadi percontohan bagi desa…

Membangun Pedesaan Terpencil Menuju Pembangunan Merata di Indonesia oleh Mahasiswa (Muhammad Taufan)

Walaupun Indonesia termasuk ke dalam negara yang kaya akan keberagaman baik itu sisi alam atau budaya. Tetapi di sisi lainnya Indonesia menghadapi tantangan yang sangat besar dalam merealisasikan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *