Perjanjian Keramat, Xieshu (Cerpen Iqbal Muchtar)
Malam itu benar-benar mencekam. Langit diselimuti awan gelap yang berat, nampaknya mereka sedang menahan napas dalam kesunyian yang menakutkan. Angin berhembus pelan, membawa bisikan-bisikan yang terdengar seperti rintihan…
Sepatu Teratai dari Guangzhou: Dendam Berujung Tragedi (Cerpen Irfan Hamonangan Tarihoran)
Zishu tak ingin menangis lagi. Sudah sekian kali dia merasa dihina dan direndahkan oleh Yueyin, putri kandung dari ayah dan ibu angkat yang mengadopsinya. Dalam hati kecil, ingin…
Malam Minggu di Distrik Merah (Cerpen Firda Putri Astuti)
Malam minggu merupakan sesuatu yang dibencinya ketika sedang bernaung di negeri orang. Demi membunuh waktu, Abraham ke luar apartemen semata-mata untuk meredakan penat di kepala.… Matanya tiada henti…
Ibu Berisik (Cerpen Shyants Eleftheria)
Ibu berisik, hampir setiap hari. Aku capek mendengarnya. Saking capeknya, kadang-kadang aku membungkamnya kasar. Ujung-ujungnya, kami bertengkar. Dia merajuk, kepalaku pening.… Seperti suatu pagi, dia berisik dengan racauan…
Perempuan yang Membaca Hujan (Cerpen Zulfan Fauzi)
Tidak ada cahaya lampu di beranda rumah itu ketika Kartika dan Bimo tiba di sana. Satu-satunya sumber penerangan hanyalah senter dari hp Bimo yang mengarah ke dalam lubang…
Aku Ingin Pulang (Cerpen Firda Putri Astuti)
Di bawah awan kelabu, langkahku tiba di tempat yang kutuju. Cuaca sendu hari ini tidak menyurutkan semangatku melangkahkan kaki menuju kantor pusat seni dan kebudayaan Kota Bonn demi…
Yang Tersayang, Carmen Brecht (Cerpen Mutiara Fahira)
Tjimahi, 6 Maret 1942Siang menyengat. Hiruk-pikuk mewarnai lorong rumah sakit, dipenuhi lelaki berseragam. Sudah menjadi rutinitas bagi pasukan tentara untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.… Para dokter beserta perawat dilanda…
Memanjat Hujan (Cerpen Andi Samsu Rijal)
Kupu-kupu terus menikmati bunga-bunga yang basah, mereka enggan beranjak dari taman. Burung-burung pun saling bersahutan, senang menyambut suasana pagi. Cahaya sesekali membidik bilik kamar. Mentari pagi terus mencoba…
Ada Pelangi di Mataku (Cerpen Yola Widya)
“Katakan satu alasan agar aku tidak meninggalkanmu!” Aku menatap matanya dalam-dalam, mengharapkan jawaban yang sesuai keluar dari bibirnya. Tapi matanya menatapku gugup. Seperti biasanya … seperti menyimpan rahasia…
Bau Neraka (Cerpen Gagah Pranaja Sirat)
TARMAN mencari parfum. Semenjak orang-orang dusun mengeluhkan adanya bau bangkai yang berseliweran dari dalam rumahnya. Mereka melakukan protes. Tarman bolak-balik menjelajahi sudut kampung untuk mencari parfum yang mampu…
