Terkutuk demi Miao (Cerpen Irfan Hamonangan Tarihoran)

“Buaaarrr!” Sudah lebih sepuluh kali suara petir menggelegar. Hantamannya membuat tanah bergetar seperti ada langkah kaki nian(1) yang tengah berjalan. Cahaya di tiap rumah dipadamkan. Hanya api abadi…