Kebodohan yang Dirayakan (Cerpen Shyants Eleftheria)

Perpustakaan di kota itu tak ubahnya seperti makam tua—dilupakan. Bangunannya kusam. Pintu masuknya nyaris tidak pernah bergerak. Di dalamnya hanya ada Pak Darmaji yang selalu duduk di belakang…

Bandul Waktu Tak Pernah Berhenti Bergerak (Cerpen Shyants Eleftheria)

Bandul jam bergerak harmonik, serupa pendulum takdir, bolak-balik mengukur jarak di antara ingatan dan lupa. Jam itu hidup untuk mengatur perputaran waktu, sementara aku sudah menjalin romansa dengannya….

Mimpi Joharis dan Peti Es (Cerpen S Eleftheria)

Beberapa malam terakhir, mimpinya selalu sama. Ia terjebak di suatu ruangan dan menemukan seorang wanita muda meringkuk di dalam peti es, seperti membeku, berbaju tipis menutupi tubuh, memegang…

Seperti yang Kau Minta (Cerpen S Eleftheria)

Napas Mar berembus berat serasa menyuarakan perasaan teraduk-aduk setelah kabar buruk mengoyak ketenangan kami menjelang subuh tadi.*** “Kita pergi sekarang, Bu?” tanyaku kepadanya dan dibalas dengan sekali anggukan…

Ibu Berisik (Cerpen Shyants Eleftheria)

Ibu berisik, hampir setiap hari. Aku capek mendengarnya. Saking capeknya, kadang-kadang aku membungkamnya kasar. Ujung-ujungnya, kami bertengkar. Dia merajuk, kepalaku pening.… Seperti suatu pagi, dia berisik dengan racauan…