Katup Udara di Ujung Telepon (Cerpen Ditta Atmawijaya)
Aroma minyak kayu putih menguar tajam, memenuhi ruang kamar berukuran tiga kali tiga meter yang terasa makin sempit. ***Aku duduk di tepi kasur, memandangi dada anak bungsuku yang naik…
Dari Bantar Gebang, Aku Belajar Mencintai Jakarta (Artikel Ditta Atmawijaya)
Jedug! Perahu karet yang kami tumpangi mendadak berhenti di tengah riak arus Ciliwung River Adventure. Dayung terus dikayuh, tetapi perahu tak bergerak. Dasarnya tersangkut pada anyaman jaring limbah…
Menguji Ego di Jalur BKT: Karung yang Menambal Kemalasan (Artikel Ditta Atmawijaya)
Matahari baru saja mengintip di sela beton Jakarta saat aku menyusuri jalur Banjir Kanal Timur (BKT). Udara pagi yang biasanya menyisakan sisa embun perlahan mulai bersaing dengan aroma…
Mengetuk Pintu Rumah yang Bukan Milikku (Cerpen Ditta Atmawijaya)
Di antara ribuan pasang sepatu yang bergegas,aku adalah langkah yang kehilangan arah kompas.Mengetuk tiap pintu yang kusinggahi dengan ragu,namun tak satu pun kunci yang cocok dengan lubang hatiku….
Ketika Tulisan Menjadi Pelukan Tak Terlihat (Artikel Ditta Atmawijaya)
Layar ponsel itu berpendar di tengah kegelapan, menampilkan baris kalimat yang membuat jemariku terpaku di atas papan ketik. “Aku baca itu malam-malam,” tulis seorang sahabat di kolom pesan….
