Pulpen Kompasiana

Laporan Pertemuan Pulpen V

Pulpen patut mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa oleh karena Pertemuan Pulpen V, Mengulik Cerpen Budaya selesai diselenggarakan.

Bekerja sama dengan Komunitas Kompasianer Makassar (Kareba), Universitas Islam Makassar, dan Universitas Hasanuddin, pertemuan kali ini dilaksanakan secara hybrid dalam skala besar.

Dibuka oleh Dekan Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra, Dr. Mulyadi, M.Pd., pertemuan diselenggarakan di Aula Rektorat UIM Lantai 3, Senin, 9 Oktober 2023. Beliau mendukung acara literasi yang positif ini dan (bila memungkinkan) diadakan dengan kapasitas lebih besar.

Menjadi narasumber dalam acara adalah Andi Samsu Rijal, S.S., M.Hum., Pendiri Kareba dan Dosen Sastra Inggris UIM. Selain itu, Dr. Sri Nur Aminah Ngatimin, S.P., M.Si., penulis buku dan Dosen Universitas Hasanuddin.

Sebagai moderator: Y. Edward Horas S., Pendiri Pulpen Kompasiana. Mengampu posisi operator dan dokumentasi ialah Muhammad Iqbal Muchtar, Kompasianer.

Acara yang dimulai pukul 16.00 WITA dan berakhir pada 18.30 WITA diisi pula dengan opening speech dari Admin Kompasiana, Kevin Anandhika Legionardo. 

Turut hadir selama acara: Mahasiswa UIM Al-Gazali, Mahasiswa Universitas Hasanuddin, dan Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan 3 serta unsur dosen UIM Al-Gazali.

Kiranya ke depan, Pulpen dapat berkolaborasi dengan berbagai komunitas guna memajukan literasi Indonesia. Salam.

Pertemuan Pulpen V di Makassar, Dilaksanakan secara hybrid. Sumber: dokumentasi Pulpen.
Pertemuan Pulpen V di Makassar, Dilaksanakan secara hybrid. Sumber: dokumentasi Pulpen.
Pertemuan Pulpen V di Makassar, Dilaksanakan secara hybrid. Sumber: dokumentasi Pulpen.
Pertemuan Pulpen V di Makassar, Dilaksanakan secara hybrid. Sumber: dokumentasi Pulpen.

Related Posts

Besok, Kita Akan Menjadi Orang Lain (Cerpen Gagah Pranaja Sirat)

Kembali terjadi. Kali ini, para warga tidak terlalu panik. Alim Musyakir—meski bernama ‘alim’ yang memiliki konotasi baik—ditemukan dalam keadaan sangat mengenaskan di pinggir rawa. Dua malam lalu, dengan…

Rahasia Cap Jempol Pak Bakri (Cerpen Kaekaha)

Pagi itu, matahari masih mengintip malu-malu di balik pohon rambai saat sebuah perahu klotok terlihat membelah kabut tipis yang masih menggantung di atas permukaan rawa-rawa Desa Sungai Buluh, Hulu…

Katup Udara di Ujung Telepon (Cerpen Ditta Atmawijaya)

Aroma minyak kayu putih menguar tajam, memenuhi ruang kamar berukuran tiga kali tiga meter yang terasa makin sempit. ***Aku duduk di tepi kasur, memandangi dada anak bungsuku yang naik…

Tanah pun Mengerti (Cerpen Gema Surya Hendrawan)

Lima belas tahun Sena bertahan di bekas rumahnya bertepi gunungan sampah, di mana air hujan hanya mengalirkan genangan lindi beracun. Jari rentanya selalu mengusap kerak putih di atas…

Perempuan yang Membawa Pergi Tubuhnya (Cerpen Yuli Inersia)

Seolah-olah kiamat datang pada siang itu. Orang-orang berkumpul dan saling berhimpit. Jalanan dipagari berbagai macam betis. Tunggang-langgang ibu-ibu meninggalkan bayinya. Lalat-lalat dibiarkan kawin di atas potongan lontong. Orang-orang…

Bagaimana Kucing Melukis Menggunakan Kukunya? (Cerpen Syavira Dwi Putri Septiani)

Bau terpentin yang menguar di udara pun gagal menyamarkan aroma anyir darah. Ruang studio lantai dua itu berantakan. Pergumulan fatal terjadi di sana. Pada tengah ruangan, garis kapur…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *